BOJONGKULUR – Suasana Minggu subuh di Masjid Al-Amin terasa beda dan jauh lebih hangat dari biasanya. Masjid Al-Amin kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Subuh Keliling (Suling) yang digagas oleh Badan Komunikasi Masjid dan Musholla (BKM) se-Bojongkulur.


Kegiatan rutin dua pekanan ini disambut antusiasme luar biasa dari warga. Tidak kurang dari 600 jamaah—mulai dari warga sekitar Masjid Al-Amin, pengurus DKM, hingga rombongan jamaah BKM se-Bojongkulur—tumpah ruah memenuhi area masjid.

Rangkaian acara diawali dengan Sholat Subuh berjamaah yang khusyuk, disusul sambutan hangat dari Ketua DKM Al-Amin serta Ketua BKM, Ust. Thaib. Suasana makin akrab dan guyub ketika seluruh jamaah menikmati hidangan sarapan pagi berupa Soto hangat yang telah disiapkan secara istimewa oleh tim Muslimah Al-Amin.



Kisah Perjalanan Spiritual: Dari Wudu Mandor Hingga Pengakuan Hati

Sesi yang paling dinanti tentu saja hadirnya Koh Dondy Tan sebagai penceramah utama dengan tema “Mensyukuri Hidayah Islam”. Melalui gaya penyampaiannya yang santun dan lugas, Koh Dondy membagikan perjalanan panjang pencarian kebenarannya hingga mantap mengucap dua kalimat syahadat tepat 12 tahun lalu, pada 25 Juli 2014.

Menariknya, salah satu percikan awal yang mengetuk hatinya justru datang dari hal sederhana di tempat kerja. Saat masih mengelola usaha kontraktor, ia sering mengamati perilaku mandor proyeknya.

“Setiap kali azan berkumandang, beliau selalu bersegera mengambil wudu. Ada rasa tenang dan senang melihat persiapan yang begitu khusyuk sebelum menghadap Tuhan. Dari situ saya mulai tergerak untuk mengamati Islam lebih dalam,” kenang Koh Dondy.

Proses tersebut berlanjut pada pencarian literatur komparatif selama dua tahun. Ia mempelajari berbagai kitab dan ajaran agama—mulai dari Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha, hingga akhirnya mengkaji Islam secara mendalam.

Menemukan Kebenaran Hakiki dan Kemukjizatan Al-Qur'an

Dalam paparannya, Koh Dondy menyoroti kritisi teks dan keaslian literatur keagamaan. Melalui studi ilmiah komparatif, ia menemukan banyak perubahan serta penyelarasan budaya pada teks-teks kitab terdahulu. Sebaliknya, keautentikan Al-Qur'an teruji secara murni sejak zaman Rasulullah ﷺ hingga hari ini.

Koh Dondy juga membagikan rasa takjubnya terhadap fakta-fakta ilmiah (scientific miracles) dalam Al-Qur'an yang baru bisa dibuktikan oleh sains modern puluhan abad kemudian. Di antaranya:

  • Fenomena Sesak Napas di Ketinggian: Sebagaimana tersirat dalam QS. Al-An'am ayat 125.

  • Kegelapan & Gelombang Laut Dalam: Penjelasan detail tentang kedalaman samudra.

  • Gunung Sebagai Pasak Bumi: Peran geologis gunung dalam menjaga kestabilan permukaan bumi.

“Bagaimana mungkin seorang Nabi yang ummi (tidak membaca dan menulis) bisa menyampaikan detail ilmiah selengkap itu puluhan abad lalu, jika bukan murni wahyu dari Allah SWT?” tegasnya.

Pesan untuk Umat: Rawat Akidah, Jaga Toleransi

Di akhir kajiannya, Koh Dondy mengingatkan seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga akidah dari berbagai paham atau literatur penyesatan yang samar. Pemahaman mengenai konsep Taurat, Zabur, dan Injil sebagai wahyu Allah harus didudukkan secara tepat tanpa mengaburkan keyakinan bahwa Al-Qur'an adalah satu-satunya pedoman hidup yang terjaga kemurniannya hingga akhir zaman.

Meskipun demikian, beliau menekankan bahwa keyakinan yang kokoh tidak boleh melahirkan permusuhan terhadap penganut agama lain.

“Kita berhak meyakini Islam sebagai agama yang paling benar. Namun, kita juga harus menghormati hak penganut agama lain. Keyakinan tidak boleh menjadi alasan untuk merusak persatuan dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa,” pesannya.

Momen Silaturahmi yang Menghangatkan

Acara Subuh Keliling ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Kehadiran ratusan jamaah yang memadati Masjid Al-Amin menjadi bukti betapa kuatnya tali silaturahmi antar-umat Muslim di kawasan Bojongkulur.

Semoga kegiatan Suling ini terus menjadi wadah pembinaan iman, penambah ilmu, sekaligus pemersatu umat. Sampai jumpa di kegiatan Subuh Keliling BKM berikutnya!

(Rahset/ DKM Masjid Al-Amin Bojongkulur)